Indonesia Melonggarkan Larangan Ekspor Batubara Di Tengah Panggilan Mitra Dagang – The Diplomat
Pacific Money

Indonesia Melonggarkan Larangan Ekspor Batubara Di Tengah Panggilan Mitra Dagang – The Diplomat

Indonesia Melonggarkan Larangan Ekspor Batubara di Tengah Panggilan dari Mitra Dagang

Pembangkit listrik tenaga batu bara di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, pada 23 Agustus 2021.

Kredit: Depositphotos

Menyusul seruan dari mitra dagang asing, Indonesia telah memilih untuk melonggarkan larangan sementara ekspor batubara termal, yang diberlakukan pada awal bulan untuk mencegah kekurangan listrik yang meluas. Seperti diberitakan Reuters, Indonesia kemarin mengizinkan 14 kapal bermuatan batu bara untuk berangkat segera setelah mendapat persetujuan dari otoritas terkait.

“Mulai hari ini, setelah melihat kondisi pasokan yang jauh lebih baik di [state power utility] PLN, 14 kapal yang sudah terisi penuh batu bara dan sudah dibayar pembeli, bisa segera dilepas untuk ekspor,” kata Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dalam keterangannya, seperti dilansir Reuters. .

Pada 1 Januari, pemerintah Indonesia mengumumkan larangan ekspor batubara termal hingga akhir bulan, setelah pasokan di pembangkit listrik domestik turun ke tingkat yang sangat rendah, meningkatkan prospek kekurangan listrik dan pemadaman listrik yang meluas.

Saat mengumumkan langkah tersebut, Luhut mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan peninjauan besok dan memutuskan apakah akan mengakhiri larangan sama sekali. Jika ya, kata dia, akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan khusus yang dikenal sebagai Domestic Market Obligation (DMO).

DMO mewajibkan penambang batu bara di Indonesia untuk memasok 25 persen produksi tahunan ke pasar domestik dengan harga jauh di bawah harga pasar saat ini. Sebagian besar masuk ke pembangkit listrik domestik yang dijalankan oleh perusahaan listrik milik negara Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang menikmati monopoli penuh atas transmisi dan distribusi tenaga listrik. Tujuan DMO adalah untuk mengatasi volatilitas di pasar batubara internasional dan memastikan pasokan listrik berbiaya rendah yang stabil kepada masyarakat Indonesia.

Menikmati artikel ini? Klik di sini untuk berlangganan untuk akses penuh. Hanya $5 per bulan.

Pemerintah Indonesia memperlakukan DMO sebagai hal yang hampir sakral, mengingat manfaat populis yang diperoleh pemerintah Indonesia karena dapat menjamin pasokan listrik yang murah dan stabil. Awal bulan ini, Presiden Joko “Jokowi” Widodo bahkan mengancam akan mencabut izin ekspor perusahaan batubara yang gagal memenuhi kewajibannya di bawah DMO. “Ini aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar dengan alasan apapun,” kata Jokowi dalam keterangannya, 3 Januari, seperti dilaporkan majalah berita Tempo. “Jika perlu,” tambahnya, “kami tidak hanya menolak untuk mengeluarkan izin ekspor tetapi juga mencabut izin usaha mereka.”

Namun mengingat Indonesia adalah pengekspor batubara termal terbesar di dunia – negara tersebut mengekspor sekitar 400 juta ton pada tahun 2020 – intervensi pasar bulan ini berdampak langsung pada kenaikan harga batubara global. Hal ini juga memicu protes dari kelompok industri dan pemerintah asing yang mengandalkan impor batubara Indonesia untuk memasok pembangkit listrik mereka sendiri.

Menurut Reuters, China, India, Jepang, dan Korea Selatan bersama-sama menerima 73 persen ekspor batubara Indonesia pada tahun 2021. Dari jumlah tersebut, Jepang dan Korea Selatan secara terbuka meminta Indonesia untuk melonggarkan larangannya, seperti yang dilakukan Filipina.

Awal pekan lalu, PLN mengamankan tambahan 7,5 juta ton pasokan batu bara, yang meningkatkan stok domestiknya dan membuka jalan bagi keputusan kemarin untuk melepaskan pengiriman batu bara yang telah dibayar tetapi dicegah meninggalkan pelabuhan. Dalam keterangannya, Luhut menambahkan, saat ekspor kembali dilanjutkan, Jakarta akan memastikan seluruh pasokan batu bara PLN untuk tahun ini diamankan dalam waktu dua minggu guna meminimalkan risiko kelangkaan lebih lanjut.

Seperti yang saya catat pada saat pemberlakuan awal larangan tersebut, ekonomi politik pembangkit listrik di Indonesia, khususnya kekuatan untuk menjamin listrik murah bagi masyarakat Indonesia, merupakan hambatan serius bagi ambisi energi hijau negara yang tinggi. Hal yang sama dapat dikatakan dengan kecanduan Asia terhadap batu bara yang terekspos oleh larangan ekspor Indonesia, yang langsung memicu protes dari importir utama. Jelas, tanpa tindakan bersama dan berwawasan ke depan oleh pemerintah Asia, perpindahan kawasan dari tenaga batu bara akan menjadi proses yang panjang dan kompleks secara politik.

Posted By : pengeluaran hk